INTAN JAYA - Perhatian mendalam terhadap denyut nadi perekonomian masyarakat pedalaman Papua kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 757/Garuda Vira (GV). Melalui program inovatif bertajuk ROSITA, yang berarti Borong Hasil Tani, personel Titik Kuat (TK) Bilai secara langsung turun tangan ke Pasar Bilai di Kampung Bilai, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (6/8/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar membeli, tetapi membawa secercah harapan bagi para petani lokal.
Dipimpin oleh Sertu Ferdi bersama enam personel lainnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas untuk tidak hanya mengamankan wilayah, tetapi juga turut serta menggerakkan roda perekonomian. Berbagai hasil bumi warga, mulai dari aneka sayuran segar, umbi-umbian yang kaya nutrisi, hingga buah-buahan manis dan hasil bumi lainnya, diborong tanpa ragu. Inisiatif ini adalah jembatan langsung untuk meningkatkan pendapatan petani dan memberikan stimulus berarti bagi perputaran ekonomi di daerah yang penuh potensi ini.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, momen ini dimanfaatkan para personel Satgas untuk membangun kedekatan. Dialog hangat terjalin, aspirasi masyarakat didengarkan dengan seksama, dan motivasi diberikan agar semangat bertani terus membara. Ini adalah bentuk dukungan menyeluruh, menyentuh aspek mental dan semangat para petani.
“Melalui program ROSITA, kami ingin membantu petani memasarkan hasil panennya sekaligus memberikan semangat agar mereka terus meningkatkan produktivitas pertanian. Kami berharap hasil bumi masyarakat memiliki nilai ekonomi yang semakin baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, ” ujar Sertu Ferdi.
Antusiasme warga terpancar jelas saat hasil jerih payah mereka langsung terserap pasar berkat pembelian oleh personel Satgas. Bagi para petani, kegiatan ini bukan hanya mempercepat terlepasnya hasil kebun dari tangan, namun juga menjadi suntikan moral yang tak ternilai. Semangat untuk terus mengolah lahan pertanian dengan giat semakin membuncah.
Program ROSITA juga menjelma menjadi arena perekat silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Suasana akrab tercipta di tengah hiruk pikuk pasar, memperkuat nilai gotong royong yang telah mengakar, serta menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada Satgas yang bertugas di Intan Jaya. Kehadiran prajurit di tengah aktivitas sehari-hari mereka menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Satgas Yonif 757/GV sekali lagi menegaskan bahwa pengabdian di tanah Papua memiliki dimensi yang luas. Selain menjaga kedaulatan, mereka juga berkomitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui dukungan tulus terhadap petani lokal dan hasil pertanian mereka yang berlimpah.
(PERS)

Updates.